SUMBAWA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa resmi memperkenalkan inovasi tata kelola kearsipan melalui Sistem Informasi Arsip Digital Penanganan Pelanggaran (SIPADI-PP). Aplikasi ini dirancang khusus sebagai wadah penyimpanan dokumen dan data penanganan pelanggaran pada tahapan Pemilu maupun Pemilihan secara elektronik.
Kepala Subbagian (Kasubbag) Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Agus Hidayat, menjelaskan bahwa kehadiran aplikasi ini merupakan langkah nyata lembaga dalam merespons tuntutan era digitalisasi pemerintahan (e-government).
"Transformasi pengelolaan arsip dari bentuk fisik ke elektronik kini menjadi sebuah keniscayaan. Pengelolaan arsip yang baik, aman, dan mudah diakses merupakan fondasi utama bagi terciptanya transparansi serta akuntabilitas kinerja lembaga," ujar Agus Hidayat saat launhing sistem tersebut, Kamis (2910/2026).
Agus menambahkan, adopsi teknologi informasi melalui SIPADI-PP sangat dibutuhkan oleh Bawaslu Kabupaten Sumbawa untuk memodernisasi sistem penyimpanan dokumen yang selama ini berjalan, sehingga lebih tertata dan terintegrasi.
SIPADI-PP dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna dan dapat diakses secara daring melalui tautan resmi yang telah disediakan. Pengguna cukup memasukkan nama pengguna (username) dan kata sandi (password) yang telah didaftarkan oleh administrator untuk masuk ke dalam sistem.
Di dalam aplikasi, terdapat menu Daftar Arsip yang memuat seluruh dokumen yang telah diunggah. Untuk mendukung kecepatan kerja, menu ini dilengkapi dengan fitur sub-menu kategori serta kolom pencarian pintar yang memudahkan pengguna dalam menemukan dokumen spesifik dalam waktu singkat.
Selain kemudahan pencarian, SIPADI-PP juga menerapkan sistem keamanan berlapis melalui pembagian wewenang antara akun User (Pengguna) dan SuperAdmin. Meski tampilan antarmuka dan cara akses kedua jenis akun tersebut serupa, terdapat pembatasan fitur demi menjaga keutuhan data.
"Kami menerapkan kontrol akses yang ketat untuk menjaga keamanan dokumen krusial. Akun yang bersifat User hanya diberikan akses untuk melihat dan membaca dokumen. Sementara itu, wewenang penuh termasuk akses untuk menghapus dokumen hanya dimiliki oleh akun SuperAdmin," tutup Agus.
Melalui implementasi SIPADI-PP, Bawaslu Kabupaten Sumbawa berharap proses dokumentasi penanganan pelanggaran Pemilu dan Pemilihan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan terlindungi dari risiko kerusakan maupun kehilangan arsip fisik.